Cedera Ginjal Akut di antara orang Afrika-Amerika dengan Ciri dan Penyakit Sel Sabit

Pengaruh Alkohol pada Mood dan Tingkat Energi Dapat Mempengaruhi Kebiasaan Minum di Masa Depan


Newswise – Bagaimana peminum sosial mengalami efek alkohol pada suasana hati dan tingkat energi mereka dapat membantu memprediksi kebiasaan minum mereka di masa depan, sebuah studi baru menunjukkan. Faktor-faktor yang mendorong beberapa orang untuk minum berlebihan, termasuk Gangguan Penggunaan Alkohol, tidak dipahami dengan baik. Bukti menunjukkan bahwa tanggapan subjektif terhadap alkohol berperan. Orang yang mengalami alkohol sebagai pengangkat suasana hati, misalnya, tampaknya lebih cenderung minum alkohol secara berlebihan daripada mereka yang menganggapnya sebagai pemicu kemarahan atau obat penenang yang kuat. Namun, hubungan ini rumit dan berinteraksi dengan faktor lain, mungkin termasuk efek kardiovaskular alkohol. Sebuah studi di Alkoholisme: Riset Klinis dan Eksperimentalmengeksplorasi bagaimana minuman beralkohol dan minuman plasebo memengaruhi suasana hati dan perilaku minum peserta.

Peneliti merekrut 95 pria dan wanita sehat berusia 21-30. Para peserta menghadiri empat sesi pengambilan sampel yang melibatkan minuman beralkohol dan plasebo, dan sesi kelima ketika mereka memilih mana dan berapa banyak dari dua pilihan minuman yang akan dikonsumsi. Eksperimen ini dirancang dengan tujuan agar partisipan dan peneliti tidak mengetahui cangkir mana yang mengandung alkohol dan mana yang merupakan plasebo. Selama pengambilan sampel, para peserta mengisi kuesioner untuk menilai suasana hati dan tingkat sedasi atau rangsangan mereka. Peneliti memantau detak jantung dan tekanan darah partisipan, dan juga mempertimbangkan data demografis termasuk penggunaan alkohol yang dilaporkan sendiri. Mereka menggunakan analisis statistik untuk mengidentifikasi hubungan antara tanggapan peserta terhadap minuman dan pilihan minuman berikutnya.

Pada sesi lima, 55 peserta (“pemilih”) memilih minuman beralkohol, dan 40 (“non-pemilih”) memilih minuman plasebo. Kedua kelompok, sebelum minum, memiliki kesamaan dalam jenis kelamin, usia, BMI, riwayat penggunaan alkohol, dan suasana hati. Mereka menyimpang dalam menanggapi alkohol. Setelah alkohol, pemilih melaporkan suasana hati yang lebih positif daripada non-pemilih dan lebih menyukai minuman. Non-pemilih melaporkan lebih banyak efek negatif dari alkohol, terutama kemarahan dan kecemasan. Kedua kelompok melaporkan efek sedatif dari minuman beralkohol, meskipun ini lebih tinggi di antara non-pemilih daripada pemilih. Kedua kelompok serupa dalam respon fisiologis mereka terhadap minum.

Penemuan ini mungkin tidak sepenuhnya dapat digeneralisasikan. Namun demikian, penelitian ini memperkuat bukti bahwa efek subjektif alkohol dapat memprediksi konsumsi minuman beralkohol di masa depan. Efek suasana hati yang positif dapat memperkuat keinginan untuk minum, sedangkan suasana hati negatif dan obat penenang yang lebih berat dapat menguranginya. Variabilitas respons individu terhadap alkohol mungkin terkait dengan proses saraf dan / atau faktor genetik.

Efek subyektif alkohol memprediksi pilihan alkohol pada peminum sosial. J. Li, C. Murray, J. Weafer, H. de Wit (pp xxx).

ACER-20-4517.R2


Diposting Oleh : https://totosgp.info/

About the author