phototherapy

Fototerapi Merah atau Kuning: Mana yang lebih baik untuk peremajaan kulit? – Buletin Berita Medis


Baru-baru ini diterbitkan di BMJ Terbuka, peneliti di Brazil berencana untuk menyelidiki panjang gelombang cahaya mana yang memberikan pengurangan kerutan yang optimal.

Kulit, organ terbesar tubuh, terdiri dari tiga lapisan tipis jaringan pelindung. Lapisan terluar, epidermis, bertindak sebagai penghalang air dan melindungi dari kerusakan lingkungan akibat mikroba, bahan kimia keras, dan sinar matahari. Lapisan tengah, dermis, berisi pembuluh darah untuk menjaga sel-sel kulit tetap hidup. Lapisan paling dalam, subkutis, adalah lapisan lemak yang melindungi otot dan tulang dari benturan dan benturan.

Seiring bertambahnya usia, kulit kehilangan elastin dan kolagen yang menyebabkan kulit menjadi lebih longgar, lebih tipis, lebih kering, dan lebih berpigmen. Alhasil, kulit tampak semakin keriput dan berbintik-bintik. Meskipun ini merupakan proses alami, beberapa kebiasaan pribadi seperti berjemur, konsumsi alkohol, diet, hidrasi, dan merokok dapat mempercepat penuaan kulit.

Memerangi Keriput dan Bintik-bintik Usia

Ada berbagai macam krim yang dijual bebas dan diresepkan yang mengandung retinol atau peptida, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi kolagen sekaligus melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya. Tiga perawatan peremajaan kulit yang umum — tetapi lebih invasif — meliputi mikrodermabrasi, pelapisan ulang kulit dengan laser, dan pengelupasan kimiawi, yang mengelupas sel-sel dari lapisan atas kulit dan mendorong pertumbuhan kulit baru. Selain itu, suntikan botoks dan filler dapat menghaluskan tampilan garis dan kerutan tanpa memerlukan pembedahan.

Fototerapi

Karena kulit bereaksi terhadap cahaya, fototerapi menggunakan dioda pemancar cahaya (LED) dengan panjang gelombang berbeda dapat mengatasi berbagai kondisi kulit. Misalnya, sinar biru sering digunakan untuk mengobati jerawat, lampu merah sering digunakan untuk mengurangi peradangan (rosacea) dan membangun kolagen, dan cahaya kuning terbukti efektif mengurangi kemerahan.

Lampu LED non-invasif dan non-termal. Dapat digunakan dengan aman, bahkan di rumah, tanpa rasa sakit atau terbakar. Karena lampu LED tidak mengandung sinar UV, maka tidak akan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada kulit. Manfaat lain dari fototerapi LED adalah harganya yang relatif murah dan tidak memerlukan waktu pemulihan setelah perawatan.

Membandingkan fototerapi merah dan kuning untuk kaki gagak

Meskipun fototerapi umum dilakukan, belum banyak penelitian yang mengevaluasi lampu LED mana yang paling efektif dalam mengurangi kerutan. Proposal penelitian terbaru diterbitkan di BMJ Buka menjelaskan bagaimana para peneliti dari Brasil berencana untuk membandingkan efek lampu LED merah dan kuning pada volume kerutan periokular (kaki gagak).

Mereka berencana untuk melakukan studi terkontrol, double-blind, cross-over yang akan memberi peserta 10 sesi fototerapi selama periode enam bulan. Kerutan dan bintik melanin (gelap) akan diukur menggunakan VisioFace RD dan setiap peserta akan mengisi kuesioner untuk mengumpulkan data tentang faktor-faktor seperti paparan sinar matahari, frekuensi merokok dan minum, kualitas tidur, kebiasaan makan, asupan air, dan penggunaan kosmetik perawatan rumah. Hasil uji klinis ini dapat memastikan keefektifan fototerapi dalam mengurangi kerutan periokular dan membantu menentukan protokol panjang gelombang yang optimal untuk perawatan anti-kerut.

Ditulis oleh Debra A. Kellen, PhD

Referensi:

(1) Mota, LR, Motta, LJ, da Silva Duarte, I., Horliana, ACRT, da Silva, DDFT, & Pavani, C. (2018). Khasiat fototerapi untuk menangani penuaan wajah saat menggunakan LED merah versus kuning: protokol untuk uji coba terkontrol secara acak. BMJ terbuka, 8(5), e021419. http://dx.doi.org/10.1136/bmjopen-2017-021419
(2) https://health.usnews.com/health-news/family-health/slideshows/9-top-cosmetic-treatments-for-aging-skin?


Diposting Oleh : Lagu Togel

About the author