vitamin E stroke risk

Bisakah vitamin E mengurangi risiko stroke?


Sebuah tinjauan yang diterbitkan baru-baru ini menggunakan berbagai penelitian untuk melihat pengaruh vitamin E pada risiko stroke.

Secara global, 55 juta orang meninggal karena stroke setiap tahun. Ada dua jenis stroke, iskemik dan hemoragik, di mana darah tersumbat dari otak, atau pendarahan terjadi di otak. Dengan meningkatnya proporsi kematian akibat stroke, biaya yang terkait dengan medis dan faktor-faktor lain juga meningkat; pada tahun 2030, total biaya tahunan diperkirakan menjadi sekitar $ 240 miliar. Mengembangkan tindakan pencegahan dan manajemen stroke yang tepat sangat penting dalam menangani krisis ini.

Sebelumnya, pola makan dan gizi telah dikaitkan dengan kejadian stroke. Vitamin E telah menjadi perhatian khusus, dan sifat antioksidan serta peningkat kesehatannya telah dipelajari secara ekstensif. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Stroke dan Vaskular Neurologi melakukan tinjauan skala besar untuk menentukan apakah suplementasi vitamin E dapat membantu mengurangi risiko stroke.

Untuk memulai, para peneliti mengidentifikasi 18 studi dari tujuh benua dengan total 148.016 peserta. Semua studi memenuhi kriteria eksperimental ketat mereka: latar belakang sampel populasi, jenis pencegahan stroke yang digunakan, lama studi, dan hasil. Ada campuran populasi pria dan wanita, dan sebagian besar subjek adalah individu sehat tanpa penyakit serius yang diketahui.

Vitamin E kemudian diperoleh dari sumber alami atau sintetis dan ditambahkan ke peserta dalam berbagai dosis. Para peneliti memecah efek vitamin E dengan menganalisis pengaruhnya terhadap stroke total (mempengaruhi sebagian besar otak), stroke fatal (menyebabkan kematian), stroke non-fatal (tidak menyebabkan kematian), stroke hemoragik, dan stroke iskemik.

Suplementasi vitamin E berpotensi menurunkan risiko stroke iskemik

Evaluasi data menyimpulkan bahwa tidak ada pengurangan risiko stroke yang signifikan untuk stroke total, fatal, atau non-fatal. Ini mengkonfirmasi temuan studi sebelumnya yang diterbitkan dalam jurnal Amerika

Asosiasi Jantung. Bagi mereka yang mengonsumsi suplemen vitamin E, tidak ada penurunan risiko yang signifikan untuk stroke hemoragik, tetapi ada hasil positif untuk stroke iskemik. Data dari penelitian menunjukkan penurunan risiko stroke iskemik antara 8-14% pada mereka yang mengonsumsi suplemen vitamin E. Meskipun alasannya masih belum jelas, para ilmuwan percaya itu mungkin karena kemampuan antioksidan dan anti-pembekuan darahnya. Jumlah partisipan yang digunakan untuk mendapatkan data ini terlalu sedikit untuk menyimpulkan efek positifnya, oleh karena itu diperlukan ukuran sampel yang lebih besar.

Vitamin E saat ini digunakan sebagai suplemen tanpa banyak bukti manfaatnya dalam mengurangi risiko stroke. Namun penelitian ini memberikan alasan untuk percaya bahwa hal itu mungkin bermanfaat dalam mengurangi stroke iskemik secara khusus. Pengumpulan data yang luas dari studi ini menciptakan keterbatasan dalam memahami hasil. Informasi terutama dikumpulkan dari negara-negara maju, dan orang-orang memiliki perbedaan dalam makanan dan gaya hidup yang dapat mengubah faktor risiko stroke mereka. Studi lebih eksperimental sekarang diperlukan untuk dapat menggeneralisasi temuan ke populasi di seluruh dunia.

Ditulis oleh Melody Sayrany

Referensi:

  1. Loh, HC dkk. Efek vitamin E pada stroke: tinjauan sistematis dengan meta-analisis dan uji coba analisis sekuensial. Stroke dan Neurologi Vaskular (2020). doi: 10.1136 / svn-2020-000519
  2. Gambar oleh Beverly Buckley dari Pixabay


Diposting Oleh : Data Sidney

About the author