lower risk type 2 diabetes

Apakah makan lebih banyak buah dan sayuran mengurangi risiko diabetes tipe 2? – Buletin Berita Medis


Sebuah studi penelitian besar menemukan hubungan antara makan lebih banyak buah dan sayuran dan menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Diabetes dianggap sebagai salah satu keadaan darurat kesehatan global terbesar di abad ke-21. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa satu dari tiga orang Kanada hidup dengan diabetes atau pra-diabetes, dan diabetes tipe 2 adalah salah satu penyakit yang tumbuh paling cepat di Kanada. Namun, diabetes tipe 2 dapat dicegah atau ditunda melalui perubahan gaya hidup sehat.

Memiliki asupan buah dan sayuran yang tinggi disarankan untuk memainkan peran penting dalam pencegahan diabetes tipe 2. Namun, hanya ada sedikit bukti pasti yang mendukung klaim ini. Studi sebelumnya mengandalkan kuesioner frekuensi makanan yang, memiliki ruang signifikan untuk kesalahan atau bias. Dengan pemikiran ini, para peneliti mulai menyelidiki hubungan antara asupan buah dan sayuran dan diabetes tipe 2, di delapan negara Eropa.

Diterbitkan di Jurnal Medis Inggris, peneliti mengukur vitamin C dan karotenoid dalam darah lebih dari 23.000 orang di delapan negara Eropa selama 16 tahun. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dari lebih dari 9000 pasien dengan insiden diabetes tipe 2 dan lebih dari 13000 pasien dari kohort Investigasi Prospektif Eropa ke Kanker dan Nutrisi (EPIC). Vitamin C dan karotenoid dianggap sebagai penanda biologis yang dapat diandalkan untuk konsumsi buah dan sayuran. Dengan mengukur biomarker ini dalam plasma darah, ini jauh lebih akurat daripada mengandalkan kuesioner frekuensi makanan yang dilaporkan sendiri.

Hasil penelitian menunjukkan hubungan terbalik antara orang yang makan paling banyak buah dan sayuran dengan kasus diabetes tipe 2. Artinya, semakin tinggi asupan buah dan sayur maka semakin rendah angka kejadian diabetes. Pasien yang makan buah dan sayuran paling sedikit memiliki tingkat diabetes tipe 2 tertinggi. Menariknya, penelitian tersebut menunjukkan bahwa bahkan sedikit buah dan sayuran tambahan (satu porsi ekstra per hari) mengurangi risiko diabetes sekitar 30%.

Selama dekade terakhir, volume konsumsi buah dan sayur menurun, dengan kurang dari 30% orang di Kanada makan lima porsi per hari. Studi ini menyoroti pentingnya asupan buah dan sayuran karena menunjukkan bahwa menambahkan satu porsi ekstra ke piring Anda sudah cukup untuk melihat hasil yang positif. Ini mengidentifikasi hubungan pasti antara makan lebih banyak buah dan sayuran dan menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 50%.

Prevalensi tinggi diabetes tipe 2 di Kanada menyumbang 90-95% dari diagnosis diabetes, dengan peningkatan jumlah diagnosis yang terlihat pada anak-anak. Komplikasi diabetes bisa mengancam jiwa dan meliputi; stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan amputasi non-trauma. Studi ini menunjukkan bahwa peningkatan asupan buah dan sayuran dalam jumlah sedang dapat membantu mencegah diabetes tipe 2. Ini mengirimkan pesan kesehatan masyarakat yang kuat tentang pentingnya diet dalam memerangi diabetes tipe 2.

Ditulis oleh Helen Massy, ​​BSc.

Referensi:

DiabetesKanadaSitus web. 2020. Mencegah Diabetes. [online] Tersedia di: [Accessed 14 July 2020].

DiabetesKanadaSitus web. 2020. Satu dari tiga orang Kanada hidup dengan diabetes atau pradiabetes. [online] Tersedia di: [Accessed 14 July 2020].

Berita Global. 2020. Studi UBC Menemukan Konsumsi Buah dan Sayuran Kanada Turun 13 Persen. [online] Tersedia di: [Accessed 14 July 2020].

Houlden, R., 2018. Pendahuluan. Jurnal Diabetes Kanada, 42, hlm. S1-S5.

Statista. 2020. Konsumsi Buah Dan Sayur Kanada Per Hari Persen 2003-2017 | Statista. [online] Tersedia di: [Accessed 14 July 2020].

Zheng, J., Sharp, S., Imamura, F., Chowdhury, R., Gundersen, T., Steur, M., Sluijs, I., van der Schouw, Y., Agudo, A., Aune, D ., Barricarte, A., Boeing, H., Chirlaque, M., Dorronsoro, M., Freisling, H., El-Fatouhi, D., Franks, P., Fagherazzi, G., Grioni, S., Gunter , M., Kyrø, C., Katzke, V., Kühn, T., Khaw, K., Laouali, N., Masala, G., Nilsson, P., Overvad, K., Panico, S., Papier , K., Quirós, J., Rolandsson, O., Redondo-Sánchez, D., Ricceri, F., Schulze, M., Spijkerman, A., Tjønneland, A., Tong, T., Tumino, R. , Weiderpass, E., Danesh, J., Butterworth, A., Riboli, E., Forouhi, N. dan Wareham, N., 2020. Asosiasi biomarker plasma asupan buah dan sayuran dengan insiden diabetes tipe 2: EPIC- Studi kohort kasus InterAct di delapan negara Eropa. BMJ, p.m2194.

Gambar oleh pasja1000 dari Pixabay


Diposting Oleh : Togel Terbaik

About the author