loneliness and social isolation

Apakah jarak sosial meningkatkan risiko jatuh pada lansia?


Studi menyelidiki hubungan antara jarak sosial dan peningkatan risiko jatuh pada orang tua.

Jatuh adalah penyebab nomor satu kematian dan cedera pada orang tua. Pada tahun 2019 hingga 40% lansia mengalami jatuh. Jatuh biasanya menyebabkan benturan dan memar, tetapi cedera parah seperti patah tulang atau trauma kepala dapat terjadi. Setelah musim gugur, para lansia lebih mungkin mengalami masalah bergerak dan lebih sering menjadi kandidat untuk mendapatkan fasilitas hidup berbantuan.

Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui penyebab jatuh pada lansia. Studi menunjukkan beberapa faktor seperti bahaya tersandung hingga keterbatasan mobilitas dapat menyebabkan peningkatan risiko jatuh. Namun, sejak dimulainya tindakan pandemi COVID-19 dan jarak sosial, belum ada penelitian yang dilakukan untuk menentukan apakah jarak sosial meningkatkan risiko jatuh pada lansia.

Ilmuwan dari University College London menyelidiki hubungan antara kesepian, isolasi sosial, dan risiko jatuh di antara orang tua. Hasilnya dipublikasikan di jurnal Laporan Ilmiah.

Data diambil dari English Longitudinal Study of Aging (ELSA), yang diikuti peserta yang berusia di atas 50 tahun mulai tahun 1998. Peserta menyelesaikan kuesioner dan tindak lanjut setiap dua tahun. Kuesioner termasuk data musim gugur. Selain itu, peneliti memperoleh data rawat inap akibat jatuh dari National Health Service. Data yang dilaporkan sendiri diperoleh dari 4.013 peserta, dan data masuk rumah sakit diperoleh dari 9.285 peserta. Data terkait silang antara peserta yang melaporkan sendiri jatuh dan sebagai hasilnya dirawat di rumah sakit.

Para peneliti menyelidiki efek kesepian, yang diklasifikasikan oleh peserta berdasarkan seberapa sering mereka tidak memiliki persahabatan, seberapa sering mereka merasa terisolasi, dan seberapa sering mereka merasa tersisih. Pengaruh isolasi sosial diukur berdasarkan apakah peserta tinggal sendiri atau memiliki kontak sosial yang rendah.

Data kesepian dan isolasi sosial diberi peringkat dan diberi skor. Data dianalisis secara statistik dan dirujuk ke informasi sosial dan demografis peserta.

Baik kesepian dan isolasi sosial meningkatkan risiko peserta untuk jatuh, tidak peduli ekonomi, demografis, sosial, atau kesehatan dan gaya hidup. Studi tersebut menunjukkan bahwa bahaya di rumah berkurang saat tinggal dengan orang lain dan bahwa hubungan ini meningkatkan kepatuhan pasien terhadap perawatan medis.

Namun, kesepian tidak ditemukan meningkatkan risiko jatuh ketika faktor kesehatan dan gaya hidup, seperti penyakit jangka panjang, mobilitas yang buruk atau terbatas, kecacatan, depresi, atau penglihatan yang buruk dihilangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial membantu mengurangi stres dan menanamkan tujuan.

Ditulis oleh: Rebecca K. Blankenship

Referensi:

Bu, F., Abell, J., Zaninotto, P. dkk. Analisis longitudinal tentang kesepian, isolasi sosial, dan jatuh di antara orang tua di Inggris. Rep. Sci 10, 20064 (2020). https://doi.org/10.1038/s41598-020-77104-z

Gambar oleh Steve Buissinne dari Pixabay


Diposting Oleh : Pengeluaran SGP

About the author