exercise and bone health

Aktivitas sehari-hari untuk membangun kesehatan tulang anak


Sebuah studi baru-baru ini memecah keseimbangan ideal aktivitas untuk kesehatan tulang anak-anak.

Saat ini, osteoporosis, penyakit yang mengakibatkan hilangnya massa tulang, adalah penyebab utama kelemahan dan patah tulang pada orang dewasa. Secara global, 200 juta orang terkena osteoporosis, 75 juta di antaranya terlihat di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. Kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan tulang yang tepat merupakan faktor penting dalam mencegah penyakit tersebut. Memahami cara mengoptimalkan olahraga dan kesehatan tulang pada anak-anak dapat membantu mengurangi penyakit tersebut di masa dewasa. Para peneliti di University of South Australia mengamati hari aktivitas yang ideal untuk kesehatan kerangka anak-anak.

Peserta dipilih dari penelitian Kesehatan Anak Australia sebelumnya; 804 anak berusia antara 11-13 digunakan untuk memeriksa keseimbangan aktivitas terbaik selama 24 jam sehari. Aktivitas mereka diukur dengan akselerometer yang dikenakan di pergelangan tangan selama 24 jam selama periode delapan hari. Para peneliti memecah aktivitas harian menjadi aktivitas fisik sedang hingga kuat (MVPA), aktivitas fisik ringan (LPA), perilaku menetap, dan tidur. MVPA termasuk latihan seperti olah raga dan lari-lari, LPA termasuk berjalan dan melakukan tugas, dan waktu menetap yang melibatkan duduk atau tindakan non-bergerak. Untuk mengevaluasi kesehatan tulang, pengukuran dilakukan dengan menggunakan CT scan — untuk menghasilkan gambar tipe x-ray. Para peneliti selanjutnya mempertimbangkan variabel yang dapat mempengaruhi jumlah dan jenis aktivitas yang dimiliki anak-anak: perbedaan jenis kelamin, usia pubertas, dan status sosial ekonomi.

Anak-anak membutuhkan lebih banyak olahraga, tidur, dan lebih sedikit waktu duduk untuk meningkatkan kesehatan tulang mereka

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hari yang optimal terdiri dari 1,5 jam MVPA, 3,4 jam LPA, 8,2 jam waktu duduk, dan 10,9 jam tidur. Perbedaan jenis kelamin mengungkapkan bahwa anak laki-laki membutuhkan waktu tidur 2,4 jam ekstra dibandingkan dengan anak perempuan. Namun, anak laki-laki berada pada tahap awal pubertas dibandingkan anak perempuan. Para peneliti berspekulasi bahwa peningkatan jam tidur disebabkan oleh perubahan hormonal daripada perbedaan jenis kelamin.

Ini adalah studi pertama dari jenisnya yang merinci jumlah aktivitas harian dan olahraga yang diperlukan untuk perkembangan kesehatan tulang anak-anak. Kekuatan studi ini mencakup sampel populasinya yang besar, serta metode pengumpulan datanya yang cermat. Selain itu, penyertaan perbedaan gender memungkinkan dibuatnya pedoman yang lebih spesifik daripada menerapkan karakterisasi yang sama pada semua anak. Padahal, sejak penelitian dilakukan selama satu tahun, perubahan musim mungkin telah mengubah pola aktivitas anak-anak.

Studi ini memberikan informasi yang bagus untuk perawat dan dokter. Sampai saat ini, jumlah aktivitas yang tepat, waktu santai, dan tidur untuk kesehatan tulang anak-anak belum diketahui. Dengan pemahaman baru ini, pedoman dapat diterapkan untuk mengoptimalkan olah raga dan kesehatan tulang anak dengan harapan dapat mencegah osteoporosis pada orang dewasa.

Ditulis oleh Melody Sayrany

Referensi:

  1. Dumuid, D., Simm, P., Wake, M., Burgner, D., Juonala, M., Wu, F.,… Olds, T. (2020, 23 September). “Hari Goldilocks” untuk Kesehatan Tulang Anak: Analisis Data Komposisi dari Perilaku Aktivitas 24 Jam. Masyarakat Amerika untuk Penelitian Tulang dan Mineral. https://asbmr.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/jbmr.4143?from=article_link.
  • EurekAlert. ‘Goldilocks Day’: hari yang sempurna untuk kesehatan tulang anak-anak. EurekAlert! https://www.eurekalert.org/pub_releases/2020-10/uosa-td101820.php.

Gambar oleh zgmorris13 dari Pixabay


Diposting Oleh : Togel Singapore

About the author